Terima Kasih
waktu mengalir seiring pudar nya kebersamaan yang telah kita rangkai dengan pola yang indah, tak bisa ku ekspresikan dengan ukiran kata-kata akan kebahagian yang telah kutanam sedalam pikiran memacu adrenalinku untuk kembali kemasa indahnya kebahagian itu, kata aku terlalu akrab untuk kita yang terlanjur asing, perkenalkan ini saya yang kembali mengulang untuk kita yang sudah terasa tak seperti indahnya kebahagiaan dulu, hadirnya ku disini hanya ingin mewaliki jutaan alam semesta gemerlap bintang yang berterima kasih telah menjadi saksi atas produktivitas feromon yang menghalangi akal sehatku untuk berpikir jernih, terima kasih atas suka duka yang di gores oleh alunan masa lalu, terima kasih atas pahatan waktu yang tersusun sebanyak jutaan microdetik yang mengikis masa masa indah kita, terima kasih atas perasaan yang pernah melepas landas didalam luasnya lapangan hati, yang merubah rasa cinta menjadi rasa sayang untuk mempertahankan kesetiaan padamu, namun pondasi yang kamu buat tak sekokoh kuatnya keinginanmu yang berulang kali untuk menghentikan lantunan manis kisah kita, terima kasih telah memberikan arti kebahagiaan sesungguhnya, kebahagiaan yang diperoleh atas puas nya batinku yang melihatmu berbahagia walaupun kebahagiaan tersebut tidak kamu rasakan bersamaku, terima kasih atas segala butiran air hujan yang selalu mengenang mu ketika melayang bebas ke permukaan bumi, disertai kegelapan yang menghalangi cahaya permukaan diriku berpijak, semoga terima kasih ini selalu mengiringimu hingga raga ini tak mampu bernafas ditemani kegelapan tanah dibawah warna-warni bunga diatas tempat tidurku untuk selamanya, sehingga semesta menangis atas kepergian ku dari dunia ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar