Hari ku berlarut penuh keterpurukan
Diselemuti oleh tekanan yang tak berujung dan tak terlihat
Dihalangi oleh gelapnya keterbatasan dan sempitnya ruang gerak
Dibisikkan oleh penuhnya harapan keluarga yang tinggi dan tak berpuncak
Diriku yang jatuh kedalam jurang tak berdasar
Membuat hati berkecamuk tak beraturan
Melangkah kearah tanpa tujuan
Memandang jauh tak berwarna
Semua pasti berlalu seperti air mengalir ke permukaan terendah
Membuat ku harus bangkit dari dunia yang tak terdefinisi dan tak berbatas
Berlari beralaskan keyakinan dan do'a
Menatap memakai kacamata imajinasi pelangi
Karena Mentarikan menari setelah badai
Karena Mimpikan Indah setelah mata terpejam
Karena Kenyamanankan dirasa setelah pengorbanan
Karena Keindahan melengkapi segala yang tak terpresentasi oleh pikiran
Karya
Maulana
maulana
Kamis, 05 Desember 2019
Minggu, 01 Desember 2019
EGO KITA
Terkadang perlu tenaga yang extra serta perjuangan yang keras dan hasil yang sempurna agar mendapatkan apresiasi orang, orang terlalu sibuk melihat kekuranga yang kita miliki sehingga melupakan segala kelebihan yang kita miliki, ada saatnya masa dimana kita tidak dianggap dan diperlukan orang yang benar-benar menurut kita adalah orang yang akan membantu segala kekurangan kita, dimana segala jenis upaya kita dimasa lalu layaknya ditelan oleh erosi waktu yang ada, perlahan terdapat kesenjangan antara kita yang pernah saling bersama membahu kekurangan, memudar menjadi diri kita yang telah penuh ego untuk memikirkan diri sendiri, tidak ada yang bisa diharapkan jika situasi memang nyatanya seperti ini, hanya ini yang kita miliki dengan segala keterbatasan yang ada, karena dengan keterbatasan yang ada akan membuat kita lebih mudah mempelajari menyelesaikan suatu hal yang bahkan diluar nalar logika, mari kita akhiri rasa ketergantungan ini dengan menyelesaikan segala hal yang pernah kita rakit menjadi hal yang biasa dipandang mata dengan tidak terlalu mengikatkan ketergantungan yang berlebihan satu sama lain, demikian untuk kata kami yang terlampu asing antara saya dan anda yang sudah meregangkan keterikatan satu sama lain.
Selasa, 02 Juli 2019
Terima Kasih
waktu mengalir seiring pudar nya kebersamaan yang telah kita rangkai dengan pola yang indah, tak bisa ku ekspresikan dengan ukiran kata-kata akan kebahagian yang telah kutanam sedalam pikiran memacu adrenalinku untuk kembali kemasa indahnya kebahagian itu, kata aku terlalu akrab untuk kita yang terlanjur asing, perkenalkan ini saya yang kembali mengulang untuk kita yang sudah terasa tak seperti indahnya kebahagiaan dulu, hadirnya ku disini hanya ingin mewaliki jutaan alam semesta gemerlap bintang yang berterima kasih telah menjadi saksi atas produktivitas feromon yang menghalangi akal sehatku untuk berpikir jernih, terima kasih atas suka duka yang di gores oleh alunan masa lalu, terima kasih atas pahatan waktu yang tersusun sebanyak jutaan microdetik yang mengikis masa masa indah kita, terima kasih atas perasaan yang pernah melepas landas didalam luasnya lapangan hati, yang merubah rasa cinta menjadi rasa sayang untuk mempertahankan kesetiaan padamu, namun pondasi yang kamu buat tak sekokoh kuatnya keinginanmu yang berulang kali untuk menghentikan lantunan manis kisah kita, terima kasih telah memberikan arti kebahagiaan sesungguhnya, kebahagiaan yang diperoleh atas puas nya batinku yang melihatmu berbahagia walaupun kebahagiaan tersebut tidak kamu rasakan bersamaku, terima kasih atas segala butiran air hujan yang selalu mengenang mu ketika melayang bebas ke permukaan bumi, disertai kegelapan yang menghalangi cahaya permukaan diriku berpijak, semoga terima kasih ini selalu mengiringimu hingga raga ini tak mampu bernafas ditemani kegelapan tanah dibawah warna-warni bunga diatas tempat tidurku untuk selamanya, sehingga semesta menangis atas kepergian ku dari dunia ini.
Langganan:
Postingan (Atom)